Header Ads

Infrastruktur Katastropi Merespon Isu Sosial Lewat Musik dan Liriknya

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Unit Hip Hop asal Banjarnegara dan Purbalingga yang menjadi satu kesatuan dengan nama Infrastruktur Katastropi adalah sebuah proyek musik yang bisa menjadi alternatif untuk teman-teman yang sudah jengah dengan pemberitaan musik hip-hop saat ini yang berisi lagu-lagu Diss untuk menaikan pamor dan mendapat views banyak di youtube. Dena Ema Pripadi a.k.a Sleep Earth dari Banjarnegara fokus di penulisan lirik di Infrastruktur Katastropi kemudian Indra Cipto Wibawanto a.k.a Prime Manifez adalah pembuat beat musik untuk proyek musik Infrastruktur Katastropi.
Banyak yang bertanya apa maksud atau filosofi dari nama Infrastruktur Katastropi, dalam sebuah unggahan foto di instagram saudara Dena Ema Pribadi, ia menuliskan penjelasan tentang nama Infrastruktur Katastropi seperti berikut ini :

Infrastruktur Katastropi dapat diartikan sebagai prasarana yang mendukung terjadinya katastrofi/malapetaka/bencana besar, atau, dapat diartikan lain dengan menyitir proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat maupun daerah yang tak jarang menghibahkan malapetaka bagi kemanusiaan dan bahkan menimbulkan bencana alam, baik dalam skala kecil maupun besar. Merujuk kasus proyek revitalisasi alun-alun dan tugu di Kabupaten Banjarnegara nan acuh pada masalah yang lebih krusial di sana seperti kesenjangan sosial, pendidikan, dan tingkat erosi dan sedimentasi yang kenaikannya tak kalah signifikan dengan tingkat gengsi orang kaya baru. Merujuk kasus revitalisasi Ibu Kota hingga revitalisasi peron stasiun kereta yang menyingkirkan kaum marjinal seperti pedagang kecil dan asongan namun justru mempersilakan pemodal besar untuk bercokol sebagai mitra negara. Merujuk pada kasus reklamasi teluk di pesisir utara Jakarta, kasus teluk benoa, kasus pembangunan bandara di Kulon Progo, Jogja, kasus PLTU Batang, kasus pembangunan bendungan yang sedang digalakkan di Indonesia namun justru sudah mulai ditinggalkan di negara-negara lain, dan bermacam kasus pembangunan infrastruktur lainnya yang tak dapat dipungkiri keniscayaannya menghadirkan katastrofi, tanpa mengindahkan keseimbangan kehidupan. Kaitannya dengan skena hip-hop Indonesia, Infrastruktur Katastropi mengisyaratkan akan timbulnya bencana bagi arus utama hip-hop Indonesia yang sudah mulai berlebihan dalam mengumbar kebodohan dan terlampau acuh pada elemen paling vital dalam hip-hop; kritik sosial, yang kemudian menghukumkan mutlaknya pengetahuan dalam setiap karya. Bangunan musik Infrastruktur Katastropi dirakit oleh @dansaiblis dan digempur rima oleh @sleepearth yang dapat didownload melalui akun soundcloud Infrastruktur Katastropi.
"Penulisan lirik berusaha ngangkat isu sosial karena kita pengen ngedukung kerja-kerja sosial yang aktif dikerjakan kiai, ulama, akademisi, aktifis, Bapak, Ibu yang berjuang ga ngasih makan riba ke anak anaknya, alias kita ngedukung semua orang yang ada kepedulian sosial dan pada saat yang sama inshaAllah penyebaran lagu bisa jafi bentuk partisipasi dalam kerja sosial khususnya buat ngebuka kesadaran sosial terutama di kalangan pemuda. Karena aku pribadi jadi sadar sosial karena lagu hip-hop, jadi baca buku sosial karena lagu hip-hop" ungkap Dena Ema Pribadi kepada indiegigsmedia.com saat dihubungi lewat whatsapp belum lama ini.

Karena keduanya punya kesibukan dan jarak keduanya cukup jauh, proyek musik ini digarap dengan kesabaran dan penuh perjuangan. Tidak mengejar cepat untuk karya-karya Infrastruktur Katastropi, tidak juga mengejar jadwal panggung, bahkan dari terbentuknya Infrastruktur Katastropi sekitar akhir 2015 hingga saat ini mereka belum pernah manggung, lebih fokus membuat karya didistribusikan secara digital di akun soundcloud mereka ( Infrastruktur Katastropi ). Saat ini Infrastruktur Katastropi sedang menggarap beberapa lagu untuk menuju EP. "Nah alhamdulillah ada kawan-kawan skena hip-hop kaya yang support Infrastruktur Katastropi khususnya Senartogok sama AltarLogika yang berenan bantuin Infrastruktur Katastropi punya EP ahaha dan ini lagi proses, semoga bisa rilis album fisik juga ( * kaya dalam arti bukan harta tapi kebersediaan ) " ungkap Dena Ema Pribadi di akhir percakapan dengan indiegigsmedia.com . 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.