Header Ads

John Tobing Turut Melibatkan Mahasiswa Filsafat UGM Di Album Ke 2-nya


Bergeraklah Mahasiswa!
Musisi serta aktivis yang sangat familiar di kalangan aktivis 1990-an hingga kini dengan penggalan liriknya, "Di sini negeri kami, tempat pagi terhampar, samudranya kaya raya, tanah kami subur, Tuhan. Di negeri permai ini, berjuta rakyat bersimbah luka, anak kurus tak sekolah, pemuda desa tak kerja. mereka dirampas haknya, tergusur dan lapar, bunda relakan darah juang kami, tuk membebaskan rakyat, padamu kami berjanji." , dari lagunya yang berjudul -Darah Juang- yaitu John Tobing, beberapa bulan lalu telah kembali merilis album barunya yang kedua. Selain merilisnya secara fisik, pada tanggal 2 Mei 2018 kemarin, bertepatan juga dengan Hari Pendidikan, bahkan sempat mengunggah salah satu single-nya dalam format lirik video di akun Youtubenya.



Dalam proses pembuatan album kali ini, John Tobing turut melibatkan mahasiswa Fakultas Filsafat UGM, yang juga merupakan kampus di mana John Tobing sempat berkuliah. Para mahasiswa ini tergabung dalam komunitas musik Sande Monink. Mereka pada dasarnya membantu pembuatan musik dalam lirik yang ditulis oleh John Tobing sendiri. Sedangkan dalam produksi dan proses rekaman masing-masing dibantu oleh Social Movement Institute (SMI) dan Jogja Audio School.


Secara keseluruhan Bergeraklah Mahasiwa! memiliki konten lirik yang bermuatan tentang refleksi atas kehidupan mahasiswa pada tahun-tahun belakangan ini. Sedangkan musik yang diusung dalam album ini memiliki nada yang lebih pop atau rock. Semisal dalam trek Drop Out, John Tobing menceritakan dengan suasana yang abu-abu, bagaimana mahasiswa yang memiliki kesulitan untuk menyelesaikan studinya. Lalu juga ada trek Rektorku, di mana dalam trek ini musiknya lebih bernuansa rock dan Gosal menyisipkan lirik-lirik rap.
Di samping lagu-lagu bertema problematika mahasiswa, terdapat juga lagu tentang perempuan dalam album ini. Trek yang dimaksud adalah Dia Langka. Dalam lagu ini penggambaran perempuan memiliki kaitannya dengan intelektualitas seorang manusia. Misalnya dapat ditemukan dalam trek ini terdapat penggalan lirik yang menyebutkan “... pikirannya terbuka, maka bisa menerima kebenaran”. Musiknya sendiri memiliki nada-nada rock yang kental di dalamnya.
John Tobing sendiri tidak meninggalkan nada-nada perlawanan yang sebelumnya terdapat dalam album Romantika Revolusi. Untuk menyambung kembali nada-nada tersebut, kali ini John Tobing dibantu oleh Najeb pada vokal, Zeni pada gitar, Tama pada drum, Fajar pada bass, dan Jo pada saxophone. Selain dapat dimiliki secara fisik, dalam album Bergeraklah Mahasiswa! dua single­-nya, Sampai Matinya dan Rektorku juga telah dapat disaksikan di Youtube.

https://www.instagram.com/john__tobing/
https://www.instagram.com/sandemonink/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.