Konser Titik Balik, Sebuah Kebangkitan Karya Orisinil

YOGYAKARTA, indiegigsmedia.com - Hampir tiga setengah tahun rehat dari cahaya lampu panggung yang menyilaukan, getaran sound system puluhan ribu watt, menghadap wajah-wajah bersemangat di area moshing, mospit, crowd surfing. Malam itu, 22 Desember 2019 menjadi sebuah Titik Balik bagi mereka yang kembali meneriakan seruan "Acungkan jari tengahmu Di depan wajah mereka... Acungkan jari tengahmu Di depan wajah mereka...." sebut saja mereka adalah Captain Jack. Sepanjang malam pertunjukan kami dari tim indiegigsmedia.com tak mendengar kata "Captain Jack" sedikitpun dari sang front-man, Momo. Yang terdengar berulang kali adalah kata "kami, kami, kami, dan kami" yang dari sudut pandang dan telingga penonton kata tersebut adalah sebagai kata ganti yang mewakili nama "Captain Jack". Untuk lebih jelasnya soal ini, kita ikuti saja penggung-panggung mereka berikutnya.

Penampil di Konser Titik Balik Anti Membawakan Lagu Orang Lain

Sangat menarik malam itu, tiga band keren yaitu Saint Jimmy, Alectrona, dan (sebut saja) Captain Jack membawakan penuh lagu-lagu karya mereka. Dibuka dengan penampilan unit Punk Rock bernama Saint Jimmy yang membawakan salah satu karya berjudul "Antri Su". Kemudian dilanjut dengan penampilan Alectrona, sebuah proyek musik yang kurang lebih baru berjalan 2 bulan namun sungguh produktif. Lima lagu karya sendiri, salah satunya diantaranya yaitu lagu berjudul "Buang Waktu" dibawakan secara live untuk pertama kalinya. Kalau tidak salah, malam tersebut juga panggung perdana mereka.

Yang ditunggu akhirnya tiba, dibuka dengan suara khas opening Captain Jack, kalau boleh dituliskan begini bunyinya: "Geng gong geng gong geng gong...." Kemudian riuh tepuk tangan dan teriakan para penonton konser Titik Balik yang bertempat di Stadion Pancasila UGM, Yogyakarta. Disambut dengan nyala lighting panggung yang dominan warna merah saat itu, menjadi tanda dimulai nya aksi panggung mereka. Beberapa lagu seperti Kupu-Kupu Baja, Bukan Urusanmu, Berbeda Adalah Pilihan, Tidak Ada Klaim Atas Aku sukses membuat ribuan penonton berteriak dan larut dalam euforia konser. "Kembalikan seni ke KARYA ORISINIL ✊🏼, panjang umur untuk yang selalu berpikir dengan pikiran sendiri" tulis Momo di sebuah caption salah satu unggahan di akun instagramnya @aku_biru.

Sebuah konser yang baik dan patut dijadikan contoh dimana penampil harus membawakan lagu-lagu karya sendiri, hal ini untuk memicu semangat band/musisi produktif membuat karya-karya sendiri. Dengan demikian akan menjadikan skena musik di Indonesia lebih sehat dan lebih berwarna. Kita coba sedikit berkhayal atau berangan-angan dari Sabang hingga Merauke punya banyak sekali bahasa daerah, jika tiap band daerah membuat satu lagu menggunakan bahasa daerahnya sendiri, bukankah hal tersebut akan terdengar luar biasa bukan?

Titik Balik Jogja
foto oleh Hendy Winartha

Konser Titik Balik Menjadi Ajang Reuni

Tidak hanya untuk mereka, Momo, Zudil, Ismeth, Andi Babon, ajang reuni dirasakan para penonton termasuk salah satu tim indiegigsmedia.com yang bisa bertemu kawan-kawan lama. Terlihat juga beberapa penonton dengan kaos bertuliskan Monster Jacker yang saling berjabat tangan, berpelukan melepas rindu karena lama tak jumpa, malam itu begitu sendu dan membahagiakan. Datang juga beberapa musisi Jogja yang datang untuk menyaksikan konser Titik Balik, salah satunya adalah sang vokalis FSTVLST. "Menyaksikan mas momo, mas ismeth, mas babon, mas sanco kembali. selamat datang! selamat melanjutkan. hormat" sebuah tweet dari Farid Stevy di akun priadinya @FaridStevy.


dokumentasi tim indiegigsmedia.com
Konser Titik Balik, Sebuah Kebangkitan Karya Orisinil Konser Titik Balik, Sebuah Kebangkitan Karya Orisinil Reviewed by indiegigsmedia on 13.32 Rating: 5

Konservasi Berharmoni Sukses Digelar

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Beberapa desa di Banjarnegara sedang giat-giatnya berkegiatan baik itu di ranah pariwisata maupun di lingkungan. Salah satunya ada di Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara yang baru saja menggelar sebuah acara bertajuk "Konservasi Berharmoni" 2019. Sebuah rangkaian kegiatan yang puncak acaranya berupa pertunjukan musik dan duskusi kecil digelar di lapangan desa Madukara, pada minggu malam (17/11/2019).

Konservasi Berharmoni

Sebelumnya acara serupa digelar pada bulan Mei 2019 dengan rangkaian acara penanaman pohon, distribusi bibit pohon, tebar benih ikan, sosialisasi tentang lingkungan dan juga hiburan musik akustik. Kali ini kembali digelar dengan konsep serupa namun dengan semangat yang lebih membara dan menggebu. Rangkaian acara di Konservasi Berharmoni November 2019 ini hampir sama, diadakannya penanaman pohon secara bersama, sosialisasi lingkungan, kemudian ada hiburan musik yang mendatangkan The Joke, Mr.Crab, Ujungkuku, Momo Kembara Biru atau yang mungkin lebih familiar dengan Momo Captain Jack (proyek musik rock nya).

Diskusi Kecil Soal Lingkungan

Pada malam hari setelah penampilan Mr.Crab dan Ujungkuku, tibalah waktunya diskusi soal lingkungan yang mendatangkan para sosok petani muda bernama Harvestmind. Dimoderatori oleh Dena Ema P, diskusi dimulai dengan sharing tentang pengalaman dengan pertanyaan singkat "mengapa memilih bertani?". Kemudian satu per satu dari beberapa orang mendapat waktu bercerita tentang pengalaman pribadi dan bercerita soal keputusan mereka bertani. Datang juga beberapa petani baik dari desa Madukara sendiri maupun dari luar Madukara yang turut berbagi pengalaman soal bertani.
Harvestmind, Petani, dan Penampil acara Konservasi Berharmoni melakukan sharing & diskusi | dok. tim indiegigsmedia

Momo Kembara Biru

Diundang di acara Konservasi Berharmoni tidak semata-mata ia sebagai musisi yang notabenya adalah menghibur para pendengar. Di acara ini, sosok Momo didatangkan karena selain bermusik, ia adalah sosok petualang yang sangat mencintai lingkungan. Kembara Biru, sebuah kanal youtube yang hingga hari ini sudah mencapai episode 15 menjadi gambaran bahwasanya sosok Momo tak hanya bermusik saja, ia punya kegemaran berpetualang dan menyatu dengan alam. Dua lagu dibawakan Momo pada gelaran Konservasi Berharmoni, lagu pertama tentang orang-orang yang saat ini lebih mementingkan "Selfie", kemudian lagu kedua Kupu-Kupu Baja Captain Jack. Pada kesempatan ini juga sedikit menyinggung soal konser bertajuk Titik Balik yang akan digelar pada 22 Desember 2019. 
Momo Kembaa Biru membawakan lagu Kupu-Kupu Baja Captain Jack | dok. tim indiegigsmedia

Kembara Biru yang sangat cinta lingkungan ini ternyata tak hanya berbicara saja soal bagaimana merawat lingkungan, alam sekitar. Terbukti dengan kemasan merchandisenya yang tanpa menggunakan plastik sedikitpun. Tempat yang digunakan adalah anyaman dari bahan bambu dan koran bekas sebagai pembungkus di dalamnya. Tim indiegigsmedia.com sempat menemui di booth merchandisenya dan berbincang dengan tim merhandise yang akrab dipanggil Kodok. "Tanggal 22 Desember datang, tiket sudah mulai bisa dipesan sekarang juga, bakal rame nantinya" ungkap Kodok saat kami temui di booth. "Nanti tanggal 22 Desember juga bakal jadi momen spesial, kalau SLANK punya bunda Iffet, nanti Monster Jacker (red:sebutan untuk fans Captain Jack) juga punya sosok bunda, sebutannya Bunda Monster" tambah Kodok, bercanda, sembari menunjuk sosok bunda yang dimaksud adalah Ajeng Havinhell.

Booth Merchandise Momo Kembara Biru | dok. tim indiegigsmedia

Konservasi Berharmoni Sukses Digelar Konservasi Berharmoni Sukses Digelar Reviewed by indiegigsmedia on 22.29 Rating: 5

Gardenia Siapkan Tour Album "Meadow Of Heaven".



Gardenia adalah sebuah unit musik alternatif yang
berasal dari Banjarnegara dan terbentuk pada
kisaran tahun 2013. Band yang di gawangi oleh
Adit dan Mia ini sempat mengalami pasang copot
personel, hingga bongkar pasang aransemen dalam
proses recording dan mastering materi lagu mereka.


Sempat vakum dalam jangka waktu yang cukup
lama, akhirnya pada tanggal 19 september 2019
Gardenia resmi merilis album perdana mereka yang
bertajuk “Meadow Of Heaven”.




Pada proses kreatif dalam mengemas packaging,
design, dan materi artwork, Gardenia berkolaborasi
dengan beberapa seniman antara lain Galih Panji
mewakili Metamorse Studio sebagai art director,
designer, tata letak, hingga design cover. Dan Aulia
Rakhman sebagai ilustrator artwork untuk materi
lagu yang di visualisasikan menjadi seni fotografi.
Semuanya dikemas dalam satu pack beserta dengan
kaos dan cd Gardenia yang kemudian akan di
distribusikan setelah grand launching.

Bertempat di salah satu cafe di kota Banjarnegara,
yaitu Wiexsoe cafe, Gardenia menggandeng koloni
kecil Lantai Dasar dalam menyusun rangkaian
acara dan setting untuk display karya pada venue.
Display karya pada launching album Gardenia
merupakan artwork yang juga masuk dalam kemasan
merchandise. Di moderatori oleh Anunk, punggawa
band Lodse asal Purwokerto, Grand launching
Album perdana Gardenia beralangsung dinamis dan
romantis.





Rencananya, setelah kegiatan launching
album perdana, mereka akan mendistribusikan
karya mereka ke berbagai lini dan gerai digital, serta
mempersiapkan untuk tour di beberapa kota.

Adit Cristo, gitaris Gardenia mengatakan bahwa, materi yang mereka sajikan adalah
musik yang erat dengan perasaan serta lirik-lirik yang
dipenuhi dengan pergejolakan batin.

"Project kolaborasi ini merupakan trobosan bagi kami sendiri, setelah lama vakum
dalam berkarya. Waktu itu, saya dan mas Galih Panji di pertemukan dalam
pembicaraan serius yang kemudian melibatkan Aulia Rakhman sebagai eksekutor Fotografi.
Dari situlah kami kemudian merasakan energi yang dalam hingga akhirnya
album Gardenia terselesaikan." tegasnya kepada redaksi indiegigsmedia.com
ketika bercerita tentang kronologi dimulainya project album Gardenia.

"Materi kami sendiri adalah materi yang ditulis oleh vokalis kami, Mia, dengan lirik-lirik
yang dalam mengenai siklus kehidupan dan sebagainya. Makanya tempat yang
kami pilih untuk tour promo album ini, adalah tempat yang menurut kami sangat
intimate baik show case, ataupun diskusi untuk menambah relasi yang luas, serta cocok
dengan konsep musik dan ideologi Gardenia." tutup Adit mengakhiri perjumpaan redaksi
dengan kawan-kawan Gardenia.




Dalam Album ini, tersedia 7 track yang di kemas dengan artwork, fotografi, serta T-shirt
yang bisa kawan-kawan dapatkan hanya dengan Rp. 150.000,00.
Sementara setelah terbitnya artikel ini, Gardenia sudah mempersiapkan beberapa titik untuk promo Album "Madow Of Heaven", antara lain, Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Instagram : @gardeniamusicofficial
Youtube : Gardenia Music Official
Email : gardeniamusicofficial@gmail.com

Gardenia Siapkan Tour Album "Meadow Of Heaven". Gardenia Siapkan Tour Album "Meadow Of Heaven". Reviewed by ARIEF DARMAWAN on 16.57 Rating: 5

Fornicaras Luncurkan Music Video Berjudul MARIA

MAGELANG, indiegigsmedia.com - Distorsi yang dibawakan Fornicaras menyita perhatian indera pendengaran lengkap dengan tampilan visual di music video terbarunya berjudul MARIA. Satu lagu yang diambil dari album mereka bertajuk Persona ini adalah urutan nomor delapan di album tersebut. Video MARIA ini merupakan video ke empat dari album Persona yang berhasil mereka rilis melalui kanal youtubenya FORNICARAS.
fornicaras png
logo FORNICARAS


Tentang Fornicaras

Fornicaras, salah satu band lokal Magelang yang masih menjaga eksistensinya sejak tahun 2013. Formasi mereka sekarang adalah Hilman pada vocal, Fadel di Lead Guitar, Fany di Rhytm, Clean Vocal, Benandri di Bass, dan Dodok pada drum. Enam tahun perjalanan mereka tentunya sudah banyak pengalaman baik crowd panggung, cerita proses rekaman, lalu kerja keras tim publikasi, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan datangnya kiriman e-mail ke redaksi indiegigsmedia.com yang mereka kirim 18 September 2019, yaitu press release music video terbaru mereka, MARIA.

band indie magelang
player FORNICARAS

DISCOGRAPHY

Setelah perjalanan enam tahun mereka, beberapa karya sudah mereka hasilkan sejak 2014. Beberapa hasil karya Fornicaras yang sudah berhasil menemani perjalanan bermusik mereka adalah sebagai berikut:

UNVORSUM EP - 2014
Salvation (Single) - 2014
Garuda ( Single ) - 2015
Remorse ( Single ) - 2015
Gagak (Bloodydie Cover) - 2015
Imperious (Helliance Compilation vol.1) -2016
Berserker ( Single ) - 2017
Immortal ( Single ) – 2018
PERSONA (FULL LP) - 2019


Music Video MARIA

Fornicaras berkolaborasi dengan Asep, ex- gitaris/clean vocal band metalcore jakarta Sequel of Sunday untuk mengisi lini reffrain lagu MARIA. Diperkenalkan dalam acara screening sederhana yang diadakan hari jumat(6/9/2019) di vibrant house magelang,video klip ini dikemas berbeda, dengan unsur 3d serta elemen lain yang masih jarang digunakan pada mv band lokal. Videoklip tersebut sudah bisa dinikmati via youtube sejak rabu kemarin (11/9/2019).

"Lagu ini sendiri bercerita tentang sosok ibu yang terpaksa harus terpisah jarak dari anaknya dikarenakan perang yang tak kunjung usai, bahwa hal paling menyakitkan seorang ibu, adalah terpisah dari anaknya, dan anak adalah yang paling berharga baginya. tidak peduli baik atau tidaknya kita dimata orang lain" tulis Fornicaras melalui press release yang mereka kirim.



Fornicaras Luncurkan Music Video Berjudul MARIA Fornicaras Luncurkan Music Video Berjudul MARIA Reviewed by indiegigsmedia on 09.05 Rating: 5

Pameran Bertajuk Little World dan Buku Ilmu Tertawa

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Pameran bertajuk "Little World" baru selesai digelar di Banjarnegara, tepatnya di kedai kopi Wiexsoe Coffee. Pameran tunggal karya Linggar Panengah berlangsung pada tanggal 7 hingga 12 September 2019 tersebut sukses digelar tanpa ada halangan suatu apapun. Pameran yang dibuat oleh Linggar Panengan ini adalah rangkaian dari pengenalan buku perdananya yang baru saja terbit berjudul "Ilmu Tertawa".

Bikin buku itu tidak gampang! Bikin buku itu tidak gampang! Hargai, hargai, jangan beli bajakan lagi! I lopeyou Mas @iksanskuterofficial 😘 | sumber gambar: IG @linggar_panengah

Siapa itu Lingga Panengah?

Sepertinya kurang afdol ketika kita berbicara karyanya tanpa mengenal sosok seniman atau pembuat karyanya. Tim indiegigsmedia.com sudah mendapatkan sedikit banyak soal sosok Linggar Panengah ini. Setelah beberapa hari bertatap muka dan juga setelah membaca buku karyanya, seniman satu ini lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 01 Januari 1993. Pernah belajar sastra di salah satu Universitas Negeri di kota Semarang, namun ia memilih untuk belajar lebih di luar bangku pendidikan formal, sebut saja cabut dari kampus. Pria yang punya hobi memandangi matahari terbenam dan kunang-kunang ini sudah memiliki buku dengan tebal 96 halaman yang berisikan sajak-sajak nan sederhana, lucu, jujur dan kadang terlihat polos.


Buku Ilmu Tertawa

Buku kumpulan sajak yang diterbitkan pada bulan Juni 2019 ini menjadi satu media ia berkomunikasi dan berjejaring ke luar kota. Salah satu kota pertama yang ia kunjungi adalah Banjarnegara. Dengan mengenalkan buku dan merespon dengan membuat pameran seni berupa visual (gambar/lukis). Buku Ilmu Tertawa ini dicetak sebanyak 150 eksemplar yang dibandrol hanya dengan harga Rp. 50.000,-

karya Linggar Panengah di Wiexsoe Coffee

pengunjung menikmati karya Linggar Panengah


Pameran Little World

Pameran bertajuk Little World yang digelar enam hari lamanya tentu diimbuhi beberapa kegiatan lain. Diantaranya yaitu pembukaan dengan hiburan musik akustik oleh Menjelang Pagi, kemudian diadakan juga artist talk yang dimoderatori Agung Nugroho dari Lantai Dasar Banjarnegara. Artist talk yang digelar menjadi hangat dengan obrolan intim antara seniman yaitu Linggar Panengah dengan pengunjung.

diskusi buku ilmu tertawa
e-flyer acara



Pengantar Pameran:
Oleh: Linggar Panengah

Pameran ini mengambil sudut pandang kehidupan kanak-kanak. Melalui pameran ini seniman berusaha mengafirmasi kembali pemaknaan orang-orang dewasa mengenai kedewasaan itu sendiri.

Karya-karya yang ditampilkan oleh Seniman akan membawa kita untuk memasuki kembali lorong-lorong kehidupan kita pada masa lampau, -masa di mana kita masih menjadi kanak-kanak yang begitu polos, lugu, namun senantiasa jujur dalam mengutarakan setiap keinginan.

Pameran ini juga menjadi ajakan bagi orang-orang dewasa agar memperhatikan kehidupan kanak-kanak secara lebih dekat.

Fakta yang sulit disangkal, bahwa hasil-hasil kebudayaan saat ini, mulai dari teknologi hingga lagu-lagu tiada hentinya-hentinya menggerus dunia kanak-kanak. Anak-anak nyaris tak punya tempat; anak-anak seolah diseret agar mengikuti trend dan gaya hidup orang-orang dewasa: anak-anak menjadi tergesa-gesa memburu kedewasaan, kedewasaan yang mentah, kedewasaan yang dipaksakan, kedewasaan yang justru membuat anak-anak tercerabut dari dunianya sendiri, yaitu dunia kanak-kanak.

Seniman berharap, pameran ini setidak-tidaknya dapat menjadi semacam katarsis bagi orang-orang dewasa, juga sebagai titik-renung yang dapat memperkaitkan orang-orang dewasa dengan kanak-kanak.

Selamat menikmati.
Surakarta, 20 Agustus 2019

Pameran Bertajuk Little World dan Buku Ilmu Tertawa Pameran Bertajuk Little World dan Buku Ilmu Tertawa Reviewed by indiegigsmedia on 23.56 Rating: 5

Kolaborasi MRNMRS Bersama Seniman-Seniman Ternama Di Mini Album Ke-2

Sempat mengalami vakum dalam waktu yang cukup lama yaitu nyaris 2 tahun
akhirnya Ibev (Vocalist), dengan di dasari terlalu cinta dengan band nya sendiri
(MRNMRS), memutuskan untuk nekat memulai semua nya kembali. Harus melewati berbagai macam kendala teknis dan non teknis. Pun tidak mematahkan semangat Ibev untuk terus bangkit berkarya bersama MRNMRS hingga lahir lah kembali Mini Album ke 2 MRNMRS yang telah resmi di Release pada tengah tahun 2019 ini (26
July 2019), bertajuk ; SHE’S ON PROCESS.
“SHE’S ON PROCCES” di ambil dari salah satu judul materi di Mini Album pertama
MRNMRS (yang telah rilis di tahun 2012 silam), penamaan “SHE’S ON PROCESS” ini
juga di rasa sangat related dan pas dengan perjalanan Ibev dalam ber-proses
bersama MRNMRS, juga pertemuan dengan orang – orang jenius yang banyak
membantu MRNMRS tumbuh dewasa seperti sekarang.
Isi materi Mini Album ke 2 ini pun terdapat 5 lagu yang kembali di hadirkan dengan
karakter MRNMRS yang unik, tidak menggunakan instrument gitar sama sekali,
semua materi hanya terdiri dari Vocal, Bass dan Bass Box.


1. The Boat
2. Dear Beardyman
3. Daydreaming
4. When I Was A Tree
5. Await

5 materi segar sudah bisa di santap melalui beberapa digital store seperti Youtube,
Spotify, Itunes, Deezer, Etc.
5 materi lagu tersebut berkolaborasi dengan 5 artworker yang berbeda dan memiliki karakter yang berbeda – beda pula.
- Nonana (for Await Song)
- Sinkink a.k.a Triga (for Dear Beardyman & Daydreaming Song)
- Auliazein (for When I Was a Tree Song)
- Iyang Hilang (for The Boat Song)


Menceritakan mengenai berbagai macam proses up and down kehidupan yang
menurut Ibev patut untuk di apresiasikan dalam suatu karya, di tulis dan di tuangkan
dengan lirik yang manis, Ibev pun juga mencampur beberapa kata motivasi serius
untuk semua pihak yang sedang berada dalam sebuah proses untuk menuju matang, hidup, cinta, penantian juga mimpi yang harus di pilih untuk di kejar atau
di tinggalkan.

INSTAGRAM : @_MRNMRS
YOUTUBE & Media Social : MRNMRS
CONTACT : 081271336051 (Beni)
Kolaborasi MRNMRS Bersama Seniman-Seniman Ternama Di Mini Album Ke-2 Kolaborasi MRNMRS Bersama Seniman-Seniman Ternama Di Mini Album Ke-2 Reviewed by ARIEF DARMAWAN on 14.11 Rating: 5

Gelaran Sore Bergambar 5 oleh Pemuda Pemudi Banjarnegara

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Sore Bergambar, sebuah kegiatan yang dilakukan rutin setiap bulan puasa oleh para pemuda-pemudi Banjarnegara ini sudah menginjak tahun ke lima. Sore bergambar masih bertempat di area tembok pikom, Jl. Dipayuda, Banjarnegara. Di gelaran Sore Bergambar 5 ini ada sajian yang sedikit berbeda dari mereka. Yang biasanya hanya kegiatan menggambar di tembok saja, kali ini akan ada kolaborasi dengan komunitas motor dan sepeda. Komunitas motor dengan sebutan "Ride Everywhere" yang punya agenda bernama Ngabuburide ini menggelar talkshow seputar custom culture yang mengarah ke seni menggambar di dunia custom. Dalam gelaran sore bergambar ini rencanaya akan ada live pinestripe untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa di dunia otomotif juga ada unsur keseniannya.

Sore Bergambar Banjarnegara
e-flyer Sore Bergambar | karya: Guruh Purwa
Acara Sore Bergambar tahun ini di isi oleh semua seniman lokal Banjarnegara yaitu :
- Freak
- San x Nandiset
- Andang
- Aprian
- Dicky
- Gumet
- Jafar_stwn
- MASK7
- Gilang
- Nugi Nogel
- Swive
- Diamondsthree
- Andi R
- Wira Nagara
- BYMZ
- Age Roots
- Alfanata
- NIC
- Viper
- Ghoperzt
- Rossiamade


Untuk pengisi acara (musik) akan ada tiga penampil yaitu: 
- Tutung Menjelang Pagi ft. Ale Sampurna Efekopi
- Gardenia
- Vivace

Acara Sore Bergambar akan dimulai pukul 13:00 wib pada hari Sabtu, 1 Juni 2019 di area tembok pikom. Acara ini terbuka untuk umum, kalian boleh datang berbondong-bondong untuk menyaksikan gelaran tahunan Sore Bergambar ini, GRATIS!

Terima kasih kepada teman-teman Sore Bergambar yang mempercayakan indiegigsmedia.com sebagai salah satu media partner di gelaran yang luar biasa ini, sukses selalu untuk pergerakan seni di Banjarnegara.
Gelaran Sore Bergambar 5 oleh Pemuda Pemudi Banjarnegara Gelaran Sore Bergambar 5 oleh Pemuda Pemudi Banjarnegara Reviewed by indiegigsmedia on 21.33 Rating: 5

Where Are You My Band Rilis Single Hidup di Tepian Akhir Zaman

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Where Are You My Band setelah sekian lama tertidur usai album perdana "Hidup Terus Berjalan" di tahun 2010, kini mereka kembali membuat karya dengan mengeluarkan satu single berjudul "Hidup di Tepian Akhir Zaman". Tak tanggung-tanggung, Where Are You My Band luncurkan single lengkap dengan video lirik yang digarap oleh Albar Muzaqi.

sesi diskusi tentang single & video lirik
Rilis single Hidup di Tepian Akhir Zaman bekerjasama dengan SHT (Siapa Hendak Turut) Space menggelar sebuah acara dengan tajuk "Rilis Single & Screening Lyric Video" kamis malam, 11 April 2019. Dalam gelaran tersebut diundang beberapa teman-teman komunitas dan band seperti KGB (Komunitas Gitaris Banjarnegara), Lantai Dasar, Differ Output, Menjelang Pagi, YGAIH, Blindside, The Horaz dan lain sebagainya.

Tidak dengan formasi lengkap, hanya Dimas (vokal) dan Jaloom (gitar) mewakili Where Are You My Band dalam gelaran tersebut. Ditambah perwakilan dari tim produksi video lirik, Albar Muzaqi (director) dan Hana (co-director) yang merangkap sebagai moderator.

screening video lirik
Acara sukses digelar, riuh tepuk tangan penonton mengapresiasi video lirik single "Hidup di Tepian Akhir Zaman" Where Are You My Band. Usai pemutaran video, ada sesi tanya jawab seputar band, produksi dan beberapa hal lain seputar industri musik di Banjarnegara dan sekitarnya.

Salah satu penanya yang menghangatkan suasana sesi tanya jawab adalah Pak Shandy dari Ujungkuku yang menanyakan seputar hak cipta insert footage dalam video lirik single Hidup di Tepian Akhir Zaman.

Pak Shandy Ujungkuku
Dalam sesi diskusi ringan malam tersebut, Where Are You My Band memberi sedikit bocoran soal rencana album keduanya yang sudah dalam tahap proses penggarapan. "Kami ada 20 lagu, rencananya akan diadakan sesi khusus hearing, rencananya kami gelar di Purwokerto, Banjarnegara dan Jogja, nanti dari 20 tersebut kami pilih yang paling atas sesuai masukan dari pendengar" ungkap Jaloom memberi bocoran soal rencana kedepan yang akan dilakukan Where Are You My Band.

penonton dengan santai menikmati acara
Untuk teman-teman yang tidak bisa datang ke gelaran tersebut tidak perlu khawatir, video lirik single "Hidup di Tepian Akhir Zaman" bisa dinikmati di kanal youtube Where Are You My Band, berikut video-nya:
Where Are You My Band Rilis Single Hidup di Tepian Akhir Zaman Where Are You My Band Rilis Single Hidup di Tepian Akhir Zaman Reviewed by indiegigsmedia on 01.53 Rating: 5

Murphy Radio Rilis Ulang Album

SAMARINDA, indiegigsmedia.com - Murphy Radio belum genap satu tahun merilis debut albumnya, kini di awal tahun 2019 mereka merilis ulang debut album tersebut. Yang menarik dari proses rilis ulang album mereka adalah kini bekerjasama dengan Friend of Mine Records, sebuah record label independent asal Tokyo, Jepang.

"Ketertarikan Friend of Mine Records terhadap Murphy Radio berawal dari An ATMOS Initiative (record label asal Singapura yang merilis album debut Murphy Radio) yang mendistribusikan CD album Murphy Radio ke Jepang melalui toko distribusi milik Friend of Mine Records. Karakter musik yang dibawakan Murphy Radio dinilai cukup potensial bila dipromosikan lebih luas di Jepang" ungkap Murphy Radio lewat kiriman press release mereka kepada tim indiegigsmedia.com.

cover album Murphy Radio. Sumber gambar: kiriman Murphy Radio

Murphy Radio merupakan band Indonesia pertama yang di rilis oleh Friend of Mine Records. Beberapa band yang di rilis oleh Friend of Mine Records adalah Covet, Totorro, Vasudeva, Invalids, The Bulletproof Tiger, tide/edit, Gulfer, Ratboys, Yvette Young, Natalie Evans dan loqto.

Yang membedakan dari album sekarang adalah di cover album dan juga ada tambahan dua lagu di album tersebut. "Tambahan dua lagu baru serta artwork cover dan packaging yang berbeda. Artwork pada album edisi Jepang dikerjakan oleh Kiri Andou. Pendistribusian album dilakukan oleh BRIDGE INC ke beberapa toko musik di Jepang seperti Tower Records, Diskunion, HMV, Like A Fool Records, Stiffslack dan More Records. Dan untuk di Indonesia juga sudah dijual melalui Murphy Radio langsung" tutup Murphy Radio saat menghubungi indiegigsmedia.com.

Murphy Radio Player

Murphy Radio Rilis Ulang Album Murphy Radio Rilis Ulang Album Reviewed by indiegigsmedia on 15.17 Rating: 5

Drum Clinic 2 Bareng Danis Wisnu

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Banjarnegara Drum Society (BDS) kembali menggelar drum clinic yang ke dua kalinya. Bertempat di Historia Cafe Surya Yudha, Jum'at (15/03/2019) dengan menggandeng salah salah satu brand rokok, gelaran ini sukses mendatangkan drummer band FSTVLST yang juga punya proyek musik lain, Niskala, dia adalah Danis Wisnu si pemilik akun instagram @danwisgra yang akrab dipanggil Dacong.

Drum Clinic yang digelar oleh teman-teman Banjarnegara Drum Society adalah sebuah agenda komunitas drum Banjarnegara untuk edukasi dan sharing seputar alat musik, khususnya drum. Dengan mendatangkan drummer band FSTVLST dari Yogyakarta ini tentunya menambah antusias pengunjung baik itu mereka dari kalangan musisi yang fokus di alat musik drum, maupun pegiat musik yang tidak bermain drum. Bahkan banyak juga pengunjung yang notabenya adalah hanya penikat musik saja yang tertarik dengan industri musik.

Danis Wisnu sedang ngobrol seputar drum. Dok. indiegigsmedia.com
Diskusi mulai dari teknik bermain drum, bagaimana set-up drum yang nyaman, bagaimana kontrol power saat memainkan drum, posisi saat bermain drum, hingga obrolan seputar branding, baik itu dalam band maupun self branding masing-masing personil band. 
Tak hanya ngobrol soal drum saja, Dacong pun menutup obrolan malam tersebut dengan memainkan drum yang dikombinasikan dengan synthesizer. "ini pertama kali saya pake set seperti ini, tanpa latihan, jadi cuma tak bayangin, terus malam ini tak coba spesial di Banjarnegara" ungkap Danis Wisnu saat akan memulai memainkan mengkombinasikan synthesizer dan drum.

Danis Wisnu mengkombinasikan synthesizer dan drum
Bagi sebagian orang mungkin belum familiar dengan proyek musik NISKALA (@niskalayk) dimana Danis Wisnu memainkan synthesizer, bukan drum seperti di FSTVLST maupun di Melancholic B1tch. Untuk temen-temen yang ingin tahu lebih soal NISKALA, bisa disimak di kanal youtube mereka yaitu Niskala Yk.

Usai gelaran Drum Clinic, Danis Wisnu menyempatkan untuk ngobrol santai dengan teman-teman Banjarnegara Drum Society, dengan pegiat musik dan komunitas di Banjarnegara. Ada obrolan ringan juga bersama temen-temen Ruang Kerja Creative yang mulai membawa isu "Poros Tengah" yang akan kita saksikan bersama perkembangannya.

foto bersama paska acara Drum Clinic. Foto dari instagram: bnadrumsociety
Ngobrol santai di kamar hotel bareng Danis Wisnu. Dok. indiegigsmedia.com


Masih haus akan informasi seputar drum dan insdustri musik, beberapa teman dari Banjarnegara Drum Society dan indiegigsmedia.com diperkenankan ngobrol lebih intim bersama Danis Wisnu di kamar hotel. Beberapa pertanyaan seputar self-branding dan beberapa info tentang perkembangan musik di Yogyakarta kami obrolkan hingga dini hari. Hingga pertanyaan yang menurut Danis Wisnu paling sulit adalah ketika kami menanyakan secara singkat "FSTVLST atau NISKALA?", ia cukup lama memikirkan jawaban. Keduanya sepertinya tidak bisa dibandingkan dan tidak bisa dipilih salah satu, hingga sambil bercanda ia bilang "Melbi, saya pilih melbi saja, hahahahahaaaaa" tutup Danis Wisnu pada obrolan intim tersebut.
Drum Clinic 2 Bareng Danis Wisnu Drum Clinic 2 Bareng Danis Wisnu Reviewed by indiegigsmedia on 20.20 Rating: 5

Ngobrol Asik Soal Media Bareng Siswa Siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Siswa-siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi, Banjarnegara mengundang perwakilan indigigsmedia.com untuk berbagi cerita seputar media online dan seputar industri kreatif yang ada saat ini (Rabu, 13/03/2019). Sebuah kegiatan diskusi bersama digelar di dua ruang kelas mulai sekitar pukul 08:00 hingga pukul 11:00, dibagi menjadi dua sesi. 

Gedung Sekolah SMK Cokroaminoto Wanadadi

Kedatangan tim indiegigsmedia.com ke SMK Coktoaminoto Wanadadi ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, berangkat dari obrolan salah satu guru SMK Cokroaminoto Wanadadi yaitu bapak Yogi. Bapak Yogi yang notabenya adalah guru muda di sekolah ini sempat bertemu tim indiegigsmedia.com beberapa kali, bercerita soal kegelisahannya terhadap siswa-siswi jaman sekarang yang sepertinya masih belum bisa menciptakan peluang-peluang dari apa yang mereka gemari.

Tim indigigsmedia.com didatangkan untuk berbagi cerita, untuk ngobrol bersama sekitar 150 siswa-siswi kelas X jurusan Teknik Sepeda Motor dan Teknik Komputer Jaringan. Maksud dan tujuan dari agenda ngobrol ini adalah untuk menginspirasi dan membuka wawasan siswa-siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi agar bisa mengikuti perkembangan jaman dan agar bisa muncul ide kreatif yang nantinya akan menjadi bekal setelah lulus dari bangku sekolah.

foto bersama di halaman sekolah. foto oleh: Restu Rakhmansyah
Dua pembicara dari indiegigsmedia.com yaitu Imam Arief Darmawan yang menmbawakan materi soal dasar jurnalistik dan sedikit tentang audio visual, kemudian Ian Alam Sukarso yang membawakan materi tentang pentingnya sadar dokumentasi baik itu berupa teks, gambar maupun audio visual. 

Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan muncul potensi baru dari siswa-siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi. Banyak dari mereka yang belum mengerti tentang kegemaran mereka yang sebetulnya bisa dijadikan peluang untuk menghasilkan sesuatu. 

Ada contoh salah satu anak menjawab "hobi saya makan", oke tim indiegigsmedia.com mencoba memberi gambaran hal yang cukup dekat dengan hobi makan tersebut, yaitu bisa jadi food blogger ataupun food vlogger dalam diskusi itu kami contohkan adalah sosok Dyo, pemuda asal Wonosobo yang memiliki akun instagram @dyodoran . Dari sosok Dyo tersebut, si anak menjadi terbuka pikirannya bahwa hobi makan yang ditertawakan teman kelasnya sebetulnya punya peluang untuk menjadi lebih bernilai, bahkan bisa jadi pekerjaan.

smk cokroaminoto wanadadi banjarnegara
Siswa-siswi kelas X SMK Cokroaminoto Wanadadi. Dok. indigigsmedia.com
Semoga dengan adanya agenda ini bisa menjadi awal yang baik untuk siswa-siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi, untuk guru-guru SMK Cokroaminoto Wanadadi dan juga untuk tim indiegigsmedia.com agar selalu semangat untuk belajar. Belajar apapun yang nantinya akan berpengaruh positif terhadap kehidupan kita semua.
Ngobrol Asik Soal Media Bareng Siswa Siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi Ngobrol Asik Soal Media Bareng Siswa Siswi SMK Cokroaminoto Wanadadi Reviewed by indiegigsmedia on 22.11 Rating: 5

Meeting Room Bakar Semangat Musik di Banjarnegara

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Meeting room perdana sukses digelar di sebuah basement yang belum selesai dibangun, bertempat di area kedai kopi Sabin, Banjarnegara (Minggu, 24 Februari 2019). Sebuah acara musik untuk kembali membakar semangat teman-teman musisi dan pegiat musik Banjarnegara terutama di kalangan muda yang syarat dengan gerakan kolektif.

Hampir tidak ada jarak antara penampil dan penonton. Foto: dok. indiegigsmedia.com

Kolektif menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah secara bersama; secara gabungan;

Meeting Room Vol.01

Sebuah acara yang diinisiasi oleh beberapa pegiat musik di Banjarnegara yang ingin kembali membakar semangat musisi lokal Banjarnegara yang sedang agak redup di kota Dawet Ayu, Banjarnegara. Line-up yang disuguhkan pada meeting room vol.01 adalah Menjelang Pagi, Differ Output, My Dead Body, Better Satnite dan Blindside, yang semuanya merupakan band lokal Banjarnegara. 

Beberapa pegiat musik yang ikut bersama menggelar sebuah acara bertajuk Meeting Room ini mencoba membuat gerakan kolektif dimana acara yang perdana digelar ini tanpa sponsor dan dengan gerakan bersama. Miniset audio dipinjam dari beberapa teman, drum set dipinjami oleh salah satu member BDS (Banjarnegara Drum Society), lampu dari teman-teman Lantai Dasar, dan juga tetesan keringat dari banyak teman yang tak bisa disebutkan satu per satu.

sesi foto bersama di penghujung acara. Foto oleh: Albar Muzaqi


 Pemilihan Tempat

Di gelaran Meeting Room perdana, pemilihan basement di area kopi Sabin sebagai tempat yang menarik karena sebagian besar line-up yang bergabung adalah temen-temen Punk Banjarnegara yang sudah agak lama tak unjuk gigi (manggung). Dengan area basement yang masih penuh dengan segala bahan bangunan seperti pasir, kayu, tangga bambu dan batu, direspon menjadi tempat untuk panggung ekspresi para musisi independent Banjarnegara. 

Harapannya setelah terselenggaranya Meeting Room Vol.01 ini akan ada meeting room selanjutnya dengan venue yang lebih bervariasi, bisa jadi di terminal, di pasar, di perkampungan, ataupun dimana saja yang sekiranya bisa bekerjasama secara kolektif untuk panggung ekspresi musisi-musisi Banjarnegara.

HEADWALK/STEPAHEAD penonton untuk memeriahkan gelaran meeting room vol.01. Foto: dok. indiegigsmedia.com

Penampil Meeting Room Vol.01

Lima band terpilih di Meeting Room Vol.01 adalah hasil dari diskusi beberapa teman-teman yang menginisiasi gelaran Meeting Room ini. Ada Menjelang Pagi (@menjelangpagiofficial), dipilih sebagai new comer di skena musik independent Banjarnegara. Walaupun player yang ada di Menjelang Pagi bukan orang baru di skena musik Banjarnegara, namun formasi dengan nama "Menjelang Pagi" tergolong baru. 

Penampilan Menjelang Pagi di gelaran Meeting Room Vol.01. Foto oleh: Albar Muzaqi
Ada Better Satnite (@better_satniteofficial), sebuah proyek musik Easy Rock Alternative jebolan Hangoverkids dan Charging Start ini dipilih karena di tahun 2019 ini mereka cukup aktif di beberapa acara musik di Banjarnegara. Dengan dilibatkannya mereka di Meeting Room Vol.01 ini semoga menambah semangat mereka untuk menelurkan karya barunya setelah single berjudul "Untuk Hidup" telah mereka buat.

Penampilan Better Satnite di gelaran Meeting Room Vol.01. Foto oleh: Albar Muzaqi
Line-up selanjutnya ada Blindside (@blindsidebna), proyek musik trio dengan front-man Hermanto, yaitu seorang gitaris yang merangkap sebagai vokalis di proyek musik Blindside. Membawakan musik Navicula "Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti",  kemudian "Smells Like Teen Spirit" Nirvana membuat beberapa penonton Meeting Room Vol.01 ikut berteriak, sesekali naik ke penggung ikut menyumbang suara.

Penampilan Blindside di gelaran Meeting Room Vol.01. Foto oleh: Nyong Hanna
Selanjutnya ada MyDeadBody (@mydeadbody_id), salah satu unit Punk Banjarnegara yang tergolong sudah berumur. Sebuah kelompok musik dengan tagline 2nd class punkrock ini membawakan beberapa karya mereka seperti lagu "Cinta Yang Hilang" kemudian "Ambisi" yang sudah cukup familiar di telinga pendengar, terbukti dengan lantang beberapa penonton Meeting Room Vol.01 banyak yang ikut berteriak mengikuti suara Feva sang vokalis Mydeadbody.

Penampilan Mydeadbody di gelaran Meeting Room Vol.01. Foto oleh: Albar Muzaqi
Line-up terakhir ada Differ Output (@differoutput), unit pop punk Banjarnegara yang sudah lama tak muncul di skena musik Banjarnegara. Entah karena kesibukan masing-masing player, atau memang siasat mereka untuk tidak muncul ke permukaan agar album yang katanya sudah 70% itu segera terselesaikan. Beberapa karya Differ Output digaungkan di gelaran Meeting Room Vol.01 ini, lagu PHP (Pemberi Harapan Palsu), Move On, Selalu Ada, dan beberapa lagu lain mengobati rindu para pendengar yang sudah lama tak bisa menikmati aksi panggung Differ Output.

Penampilan Differ Output di gelaran Meeting Room Vol.01. Foto oleh: Albar Muzaqi

Lapak Rilisan Fisik dan Tembakau

Di gelaran Meeting Room Vol.01 ini, turut berpartisipasi meramaikan acara, lapakan dari BIKINPENGIN (@bikinpengin), TJAP MACAN KUMBANG (@tjapmacankumbang), dan LAND LADY TOBACCO (@landlady_tobacco). Lapakan rilisan fisik dari Bikin Pengin didatangkan dengan maksud untuk memantik semangat band-band Banjarnegara, terutama yang mengisi gelaran Meeting Room Vol.01 ini untuk segera produksi album dan segera rilis fisik seperti band-band lain yang CD dan kasetnya dijual di lapak Bikin Pengin. Kemudian ada Tjap Macan Kumbang dan Land Lady Tobacco yang sama-sama menjual tembakau ini didatangkan untuk mengedukasi bahwasanaya bermusik harusnya bisa seperti orang jualan tembakau, sama-sama di jenis produk yang sama namun tetap saling berdampingan, bersaing secara positif dan saling berjejaring.

Selain itu juga untuk membangun mindset teman-teman bahwa bermusik tidak selamanya menjadi player band, bermusik bisa saja menjadi fotografer atau videografer band, menjadi manajer band, menjadi stage manager, menjadi sound enginer, menjadi event organizer, menjadi penjual maupun kolektor rilisan fisik.

lapak Bikin Pengin, Tjap Macan Kumbang, dan Land Lady Tobacco. Foto oleh: Bikin Pengin 

Bagaimana Dengan Meeting Room Selanjutnya?

Diharap kepada siapapun, terutama teman-teman Banjarnegara untuk bisa memberi kritik dan saran gelaran Meeting Room Vol.01 untuk bahan diskusi, melengkapi kekurangan, diperbaiki kekurangan tersebut di Meeting Room selanjutnya. Ditunggu juga partisipasi, sumbangsih untuk gelaran Meeting Room Selanjutnya. Untuk kritik dan saran silakan kirim DM ke instagram @indiegigs_media atau bisa menghubungi via email indiegigsmedia@gmail.com .

*Beberapa dokumentasi panggung Meeting Room Vol.01 bisa di unduh di link berikut:  Google Drive - Meeting Room Vol.01
Meeting Room Bakar Semangat Musik di Banjarnegara Meeting Room Bakar Semangat Musik di Banjarnegara Reviewed by indiegigsmedia on 02.50 Rating: 5

Banjarnegara Sticker Art Exhibition Sukses Digelar

BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com - Banjarnegara Sticker Art Exhibition sukses digelar oleh SLAPS ( @ohslaps ) bersama RumahAtas Gallery di sebuah kedai kopi bernama Wiexsoe Coffee & Roastery, Jum'at dan Sabtu, 15 dan 16 Februari 2019.
Pameran Stiker di Banjarnegara
dokumentasi indiegigsmedia.com untuk Banjarnegara Sticker Art Exhibition
Pameran stiker perdana di Banjarnegara yang digagas oleh @Diamondsthree yang kemudian direspon dan didukung oleh @RumahAtasGallery ini akhirnya sukses digelar. Pameran stiker selama dua hari, penampilan live music hip-hop oleh Homebastard ( Madiun ), live mural & graffiti oleh @san.wr_ dan @maskibl.mask, kemudian diskusi seputar stiker oleh tiga narasumber yaitu Bayu DC ( @ohslaps ), Eco ( @RumahAtasGallery ) dan Kury ( @propagandasmu ) dimoderatori oleh Agung Nugroho dari Lantai Dasar berlangsung apik dan hangat.

diskusi seputar stiker
Stiker menjadi salah satu media penyampaian pesan, media propaganda juga sebagai media perlawanan dari obrolan yang disampaikan di gelaran Banjarnegara Sticker Art Exhibition sesi Bincang Stiker. Perjalanan tiga narasumber ini di dunia Street Art khususnya stiker sudah cukup panjang, sudah melalui bermacam trend maupun bermacam atmosfir. Salah satu harapan setelah diadakannya pameran stiker di Banjarnegara ini adalah ramainya kembali media stiker di Indonesia khususnya di Banjarnegara.

MC Oche Krik-Krik membawakan acara dengan lelucon khas-nya
Pengunjung ( Julian E.P ) berfoto dengan pemilik akun @Ohslap & @RumahAtasGallery
Pengunjung mengunjungi ruang pameran stiker
mural & graffiti oleh @san.wr_ & @maskibl.mask
display pameran stiker

Banjarnegara Sticker Art Exhibition Sukses Digelar Banjarnegara Sticker Art Exhibition Sukses Digelar Reviewed by indiegigsmedia on 18.22 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.