Jumat, 11 Januari 2019

JAKARTA, indiegigsmedia.com - Sovereign, band yang mengusung genre metalcore asal Jakarta mendatangi kami dengan press kit yang agak bebeda dengan band-band lainya ketika menghubungi kami. Dimulai dari perkenalan singkat, lalu mereka menyertakan opini ketidak puasan mereka terhadap perilaku netizen atau warga net yang mengkesampingkan dedikasi tinggi yang dihasilkan dari suatu band tertentu lewat karya mereka. Balutan ketidak puasan, mereka sampaikan melalui kolom kecil media sosial instagram dan beberapa dari upaya mereka mengutarakan hal tersebut mereka masukan dalam karya lagu yang akhirnya  resmi mereka luncurkan rilisan fisik Album yang bertajuk “The Baneful Litanies”.

"Sebenernya, 8 track yang ada di album ini isinya adalah umpatan kami terhadap banyak hal, bahkan diri kami sendiri. Itu alasannya judulnya “The Baneful Litanies”, atau kalo Bahasa Google translate-nya, bisa dibilang sebagai “Rapalan Terlarang”." papar Sovereign kepada redaksi indegigsmedia.com


"Akhirnya album ini selesai juga digarap dan akan segera siap edar. Meskipun di awal kami bermain musik, kami sama sekali gak berniat untuk sejauh ini. Namun setelah menikmati prosesnya, “The Baneful Litanies” akan segera siap edar bentuk fisiknya dalam bermacam paket. kalo platform digitalnya mah nanti aja yah nusul", papar Ristian selaku perwakilan dari Sovereign ketika menghubungi tim redaksi indiegigsmedia.com kemarin (10/01/19).


Perihal sikap protes yang mereka layangkan kepada netizen dan warganet, mereka lebih suka menyebutkan sebagai umpatan. Dengan sadar umpatan terang-terangan mereka arahkan kepada siapapun yang membaca maupun yang tidak biasa membaca informasi secara seksama. Bagi Sovereign, m ereka yang sering komentar ala curator tersebut, belum tentu rajin beli rilisan fisik atau merchandise original band lokal. Disamping itu, lewat Album ini mereka juga menaruh sikap protes dan ada kekesalan yang ingin mereka sampaikan kepada siapapun yang mendengarkan musik lalu berani mencemooh musik tersebut.

“Musisi lokal mah biasa ajah”, “Payah”, “Bang, lagunya mirip lagu si anu deh”. T*i Kucing! Kebanyakan netizen yang berani komentar dengan gampangnya seperti itu tuh pendengar musik yang dateng ke acara bersponsor rokok yang harga tiketnya sering kali gratis. . Seolah gak ngaca gitu, naker musisi lokal dengan musisi eropa sementara gak naker diri dengan pendengar musik eropa. Suek!" lanjut kawan-kawan Sovereign menerangkan kekesalan mereka kepada netizen.

Selain menyajikan album sebagai bentuk protes, 8 track di dalamnya memuat lagu-lagu yang mendominasi pikiran untuk terpacu membaca lirik-lirik yang mereka sampaikan. Dalam album yang dibantu rilis oleh Flush Record ini juga mereka juga membicarakan kalian, para netizen yang maha cerdas dan kaya raya. Mereka merilis album ini bersamaan dengan video klip single dari album yang sudah bisa di saksikan di kanal youtube mereka




https://www.youtube.com/watch?v=i4pOWKDYyi0
Judul “The Baneful Litanies” sebagai tajuk album mereka pilih dengan alasan karena dilarang mengeluarkan opini, berpendapat secara jujur. Semuanya harus politically correct
Karena mereka menganggap jujur itu sudah  dilarang, akhirnya lahirlah kalimat-kalimat berbunga yang palsu! Hidup yang palsu, kebahagiaan di internet yang semua palsu, kerjaan menyenangkan yang palsu, temen dan musuh palsu, hingga urusan politik dan tell lie vision yang palsu.

"Tapi toh kalian gak akan ngerti kami ngomongin kalian macam apa, wong kalian gak suka baca dengan seksama! Dasar hamba click bait! Satu point terakhir yang mau kami sampaikan. Di track ke 7 yang berjudul “Flux Parade”, kami marah-marah bareng bang Unbound dari Speedkill dan Petaka. Kami marahin apa? Lo baca liriknya ajah nanti, biar ngerti." tutup kawan-kawan Sovereign mengakhiri kekesalan.



0 comments:

Posting Komentar